August 22, 2017

Elektronik

Jual beli elektronik bekas di Jakarta saat ini sudah menjamur. Kita tahu bahwa kebutuhan semua orang terhadap barang-barang elektronik semakin meningkat di zaman modern ini. Tentunya, hal tersebut tidak terlepas dari peran para penyedia yang mempromosikan produk-produknya untuk menarik minat pembeli dengan signifikan. Selain itu, apabila suatu produk elektronik sedang trend di kalangan masyarakat, orang-orang akan secara otomatis tergiur untuk memilikinya.

Mungkin kita sudah terbiasa dengan mobil bekas, perabotan bekas furnitur bekas dan lainnya. Tapi, untuk elektronik bekas umumnya kita akan berfikir dua kali. Hal itu dikarenakan elektronik termasuk barang yang beresiko tinggi. Salah satu keraguan yang biasanya muncul ialah bagaimana bila barang elektronik bekas tersebut tiba-tiba rusak ketika sampai rumah?

Jual Beli Alat Elektronik di Jakarta

Contact:
E-mail: sparta_computindo[at]yahoo.co.id
BBM: 5207B9E3
WA: 0877-8014-9485
Phone: 087889921219

Meskipun demikian, sebenarnya membeli barang elektronik bekas bisa menghemat pengeluaran Anda, asal dipilih dengan cermat.

Tips Membeli Elektronik Bekas

Saat membeli barang elektronik bekas, Anda harus berhati-hati karena namanya barang bekas, bisa saja yang dijual berupa barang palsu. Usahakan untuk tidak tertipu oleh penjual yang hanya mencari keuntungan, padahal barang yang ditawarkannya tidak bagus atau tidak sesuai dengan iklan. Hal seperti itu sering dialami oleh banyak orang, terutama yang melakukan transaksi secara online. Supaya Anda bisa menjadi calon pembeli yang pintar dan tidak mudah tertipu, berikut tips yang perlu diterapkan:

komputer bekas

1. Cari informasi mengenai barang elektronik yang hendak dibeli. Jangan mudah tergiur dengan model serta keunggulan produk berdasarkan pendapat pribadi. Sebaiknya, Anda mencari informasi dari internet, media massa dan lainnya mengenai barang tersebut.

2. Selidiki jenis barangnya. Barang elektronik itu bermacam-macam, ada yang tahan lama dan ada pula yang hanya cepat rusak. Oleh karena itu, Anda harus melakukan riset terlebih dulu dengan bertanya pada orang dekat yang memiliki produk elektronik sama seperti yang ingin dibeli. Tanyakan berapa lama barang itu dipakai dan bagaimana kondisi serta kualitasnya.

Anda juga bisa mencari keterangan produk melalui testimoni pengguna untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

3. Pahami istilah-istilah dalam dunia elektronik bekas. Setidaknya ada tiga istilah yang harus Anda ketahui di dunia elektronik bekas, yaitu second, refurbished dan rekondisi. Second maksudnya, barang elektronik tersebut bekas atau pernah dipakai orang lain. Refurbished adalah barang elektronik yang dikembalikan ke pabrik untuk diperbaiki, misalnya tampilan atau kemasannya. Sedangkan rekondisi ialah produk elektronik yang dikembalikan, tapi kondisinya nyaris seperti baru. Biasanya, produk tersebut dibekali garansi dari penjual atau disebut garansi toko.

4. Melakukan survey harga di situs-situs online. Apabila telah mendapatkan semua data-data tentang produk tersebut, Anda bisa membandingkan harganya di situs-situs online. Harga yang dibandingkan adalah harga baru dan harga bekas, lalu tentukan kisaran harga yang seharusnya Anda dapatkan. Namun, jika perbedaan harga baru dan bekas tidak terlalu jauh, sebaiknya beli yang baru saja.

5. Sesuaikan dengan budget. Kalau kisaran harga yang didapat lebih tinggi dari budget Anda, sebaiknya urungkan untuk membelinya. Jangan memaksakan diri untuk membeli suatu barang yang tidak sanggup dibeli. Anda bisa mencari produk bekas yang sama dengan harga miring di situs-situs lain.

6. Periksa barang secara detail. Anda harus memeriksa barang secara detail, mulai dari kondisi fisik, fitur hingga kinerjanya apakah masih bagus atau sudah tidak layak sebelum memutuskan untuk membeli barang tersebut. Tapi, bila membelinya secara online, perhatikan detail produknya secara seksama dan pastikan harga yang ditawarkan tidak terlalu murah.

7. Garansi. Cari informasi berapa lama garansi yang diberikan oleh pabrik saat barang masih dalam kondisi baru. Kemudian, tanyakan perihal garansi tersebut pada penjual. Umumnya, barang bekas tidak mempunyai garansi karena masa berlakunya telah habis. Namun, bila baru digunakan beberapa bulan biasanya masih ada.

Barang elektronik yang tingkat kepercayaannya tinggi akan memberi garansi lebih dari satu tahun. Jadi, perhatikan betul apabila ada produk yang masa garansinya kurang dari enam bulan. Itu menandakan tingkat kepercayaan terhadap produk sangat rendah.

Jika menerima garansi, Anda harus menyimpannya dengan baik karena diperlukan apabila sewaktu-waktu ingin mengadukan keluhan mengenai barang yang telah dibeli.

8. Tanyakan mengenai perbaikan produk. Pertanyaan yang tidak boleh Anda lewatkan ketika hendak membeli barang elektronik bekas ialah apakah produk tersebut sudah pernah diperbaiki. Apabila belum dan kondisinya masih bagus serta dijual dengan harga murah, berarti Anda beruntung sekali. Tapi, kalaupun sudah diperbaiki pastikan yang melakukan perbaikan adalah service center resminya. Jika hanya diperbaiki oleh pihak toko, Anda perlu berhati-hati.

9. Tanyakan perihal ketentuan pengembalian barang. Tanyakan pada penjual, apakah tokonya menerima pengembalian barang yang tidak sesuai atau tidak. Bila iya, cari tahu ketentuan atau syarat-syaratnya, misalnya dalam jangka waktu berapa lama, dalam kondisi yang seperti apa dan masih banyak lagi. Tapi, jika penjual tidak menerima retur barang, sebaiknya Anda pikirkan lagi sebelum memutuskan untuk membeli elektronik bekas di sana.

Biasanya, sebagian besar orang yang mengikuti trend adalah mereka dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang berada di kalangan menengah ke bawah? Apabila mereka ingin tetap mengikuti trend, salah satu caranya ialah membeli barang bekas. Jangan berfikir kalau barang bekas selalu jelek. Jika Anda beruntung dan cermat mencarinya, kemungkinannya sangat tinggi untuk mendapatkan barang bekas dengan kualitas seperti baru di jual beli elektronik bekas di Jakarta.